Notification

×

Iklan

Iklan

KLB PSSI Usai Digelar, Mari Mengenal Peran Muhammadiyah di PSSI dan Sepakbola Indonesia

18/02/23 | 10:51 WIB Last Updated 2023-02-18T03:51:24Z

 

(Sumber : ibtimes.id) 

semestanews.id - Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) usai digelar dengan Erick Thohir terpilih sebagai Ketua Umum PSSI 2023-2027 dbertempat di Hotel Dhangri-La , Jakarta Pusat, Kamis (16/2/23). 


Bukan hanya menghasilkan Ketum saja, juga terdapat 14 nama lainnya diantaranya 2 waketum masing-masing diduduki oleh Ratu Tisha dan Zainudin Amali serta 12 orang exco PSSI. Sebelumnya dinamika pemilihan waketum menjadi sangat menarik karena dilakukan dua kali sampai akhirnya pada putaran kedua dimenangkan oleh Ratu Tisha dan Yunus Nusi. Namun drama berlanjut dengan mundurnya Yunus Nusi dan menyerahkan posisi yang baru diraihnya tersebut kepada Menpora, Zainudin Amali.


Terlepas dari drama KLB PSSI tersebut patut kita membaca sejarah persepakbolaan di Indonesia yang barangkali jarang orang mengetahuinya. Tak dapat dipungkiri ternyata dalam sejarah panjang PSSI dan persepakbolaan di Indonesia tidak lepas peranan dari Muhammadiyah melalui kader-kadernya.


Sebut saja Abdul Hamid BKN salah seorang pendiri PSSI juga merupakan santri Ahmad Dahlan langsung. Bersama dengan Soeratin merupakan Ketua PSSI pertama, Abdul Hamid ikut mendirikan PSSI. Soeratin sendiri merupakan anak dari penyusun draft Anggaran Dasar Muhammadiyah pertama, Sosrosoegondo.


Abdul Hamid BKN sebelum terlibat mendirikan PSSI juga adalah pendiri PSIM Yogyakarta. Klub ini kemudian menjadi salah satu dari 7 klub yang dikenal sebagai pendiri PSSI. Tujuh klub pendiri PSSI itu adalah Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB), Perserikatan Sepakraga Mataram (PSM), Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB), Madioensche Voetbal Bond (MVB), Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM), dan Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB).


Jauh sebelum pendirian PSSI sebenarnya kepopuleran sepokbola di masyarakat direspon dengan baik oleh Muhammadiyah dengan mendirikan PSHW. Ki Bagus Hadikusumo Ketua PB Muhammadiyah 1942-1953 adalah sosok dibalik pendirian PSHW. Sebelum dinamakan PSHW perkumpulan sepakbola ini dikenal sebagai Kauman Voetbal Club.


Pendirian PSHW itu kemudian diikuti oleh daerah-daerah untuk ikut mendirikan PSHW, hingga saat ini klub sepakbola PSHW masih terus eksis dalam kancah persepakbolaan di Indonesia.


Dengan latar sejarah di atas barangkali ini menjadi alasan beberapa Perguruan Tinggi Muhammadiyah ikut serta memajukan persepakbolaan di Indonesia dengan terlibat aktif di dalam aktivitasnya. Misalnya saja UM Surabaya yang dengan bangganya menjadi sponsor utama bagi klub kebanggaan Kota Surabaya yaitu Pesebaya Surabaya. Dan tentu beberapa PTM lain yang ikut serta di dalamnya seperti UMM, UMJ, UAD dan lainnya.


Atau tokoh Muhammadiyah yang juga ikut berkecimpung dalam urusan sepakbola seperti Dasron Hamid (Alm) mantan Rektor UMY. Pernah menjabat Ketum PSIM, Ketua PSSI Yogyakarta dan pernah Ketua KONI Yogyakarta. 


Baru-baru ini saja dalam KLB PSSI terdapat tokoh muda Muhammadiyah yang ikut dalam perburuan Wakil Ketua Umum dan anggota Exco yaitu Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, MM . Walaupun akhirnya hasilnya tidak memuaskan tetapi ini menandakan bahwa kontribusi Muhammadiyah tidak akan pernah berhenti untuk bangsa termasuk dalam memajukan persebakbolaan Indonesia.


 

×
Berita Terbaru Update